SafelinkU | Shorten your link and earn money

Sunday, December 30, 2012

KHUTBAH JUM’AT BULAN SHAFAR



KHUTBAH JUM’AT BULAN SHAFAR 
TEMA KONTROFERSI MEMBANGUN JIWA VERSUS
 GEBYAR IMING-IMING DUNIA

الحمد لله. الحمد لله الذى علم الموجود بر حمته. وأفا ض على كل موجـود سـجال نعمـته. وعـم ا لأ نام ببحـر  جـوده وكرامه. سبحان لا تحصى ثناء عليه . ان ا لا مر  كله منه واليه . احمده سبحانه وتعالى وأشكره . وأتوب اليه وأستغفره . من جميع الذنوب والمآثم . واشهد ان لا اله إ لا الله  وحده  لا شر يك  له. شهادة من امن با الله وملا  ئكته  وكـتبه ورسـله . واشـهد  أن سيـدنا محـمدا ورسوله النبي الاواه.   اللهـم صل علي سيدنا محــمد وعلى  اله  وأصحـابه  الطّــيبـين  ا لأ خيار.  (أما بعد) فيا أيها الناس . إتّقوا  الله بإتيان أوامر الله وا لا نتهآء عن المنكر . وسبحوا الله تسبيحا كثـيرا بالعشـى ولإبكـار . وميزوا  الحق عن الباطل بالعلم والعقل وا لأ فكار.

HADIRIN SIDANG JUM’AH RAHIMAKUMULLAH  .......
Dengan penuh kesadaran, marilah kita sanjungkan rasa syukur kita kehadirat Illahi Rabby yang telah senantiasa melimpahkan rahmad, karunia, dan nikmatnya yang tiada terhingga, hingga kita tak berkemampuan untuk menghitungnya, dalam rangka membangun “jiwa, hati nurani dan intuisi/ perasaan kita”.

Disamping itu marilah kita pertebal keimanan dan ketaqwaan kita, rasa takut kita kepada Allah Swt. dengan melaksanakan apa yang menjadi perintah-Nya dan mencegah diri dari perkara-perkara mungkar yang menjadi larangan-Nya. Dengan memperbanyak bacaan Tasbih “Subhanallah Wal Hamdulillah Wa Laailaa Haillahaa Illallahu Wallahu Akbar, Laa Haula Walaa Quwwata Illah Billahil ‘Aliyyil ‘Adziim”, kita berharap muncul pencerahan jiwa dari hati nurani kita, sehingga kita dapat membenarkan segala perkara yang “Haq” dan membatalkan perkara yang “Bathil” dengan landasan firman, ilmu pengetahuan dan akal fikiran yang sehat dalam bingkai “Rasionalitas yang benar”.

HADIRIN SIDANG JUM’AH YANG BERBAHAGIA . . . .
“MEMBANGUN JIWA” pada hakekatnya adalah merupakan prioritas yang semestinya kita dahulukan dari pada “MEMBANGUN RAGA” atau “BADAN” kita. Wage Rudolf Supratman dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya menyebutkan ;” Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya !” begitulah antara lain, kita bangsa Indonesia selalu menyanyi. Dalam sudut pandang yang lain, jika kita tengok kembali lima tujuan prinsip dalam pencanangan syari’at Islamiyyah atau yang biasa disebut dengan “Maqaashid Al-Syari’ah Al-Khams” yaitu memelihara dan memberikan perlindungan – dalam arti yang luas terhadap agama, akal, jiwa, nasab, (keturunan) dan harta benda, juga mencerminkan betapa komponen-komponen yang secara bulat berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan lebih mendapat perhatian yang besar.

Namun entah mengapa, dan kapan mulainya, tiba-tiba saja kita dan bangsa Indonesia terkesan hanya mengurusi raga dan melupakan jiwa. Apakah karena terlalu populernya ‘semboyan olah raga’ “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” atau karena penekanan pembangunan kita yang terlalu bertumpu pada sektor ekonomi ? mari kita cari jawabannya bersama-sama . . .  !

Jika kita mengkalkulasi kesibukan dan aktifitas kita sehari-hari; berapa persenkah jatah untuk dan dalam rangka mengolah jiwa, bila kita bandingkan dengan prosentase bagi membangun dan memanjakan raga-raga kita ? lihatlah super-super market, pasar-pasar swalayan, restoran-restoran yang terus tumbuh dan berkembang dan selalu kita padati demi pemanjaan terhadap raga-raga kita. Saksikanlah pula iklan-iklan yang setiap saat dijejalkan kerumah-rumah kita  melalui telivisi, radio, majalah-majalah dan lain sebagainya, mulai dari rokok, segala jenis makanan dan minuman, berbagai jenis pakaian dan perumahan indah, hingga segala macam alat kosmetika dan penyedap bau badan, yang hampir semuanya menina bobokkan kita sehingga kita lupa untuk ngopeni kegersangan jiwa kita.

HADIRIN SIDANG JUM’AH YANG DIMULIAKAN ALLAH . . . .
Dari sinilah terbukti kiranya kebenaran Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa “manusia” menurut penciptanya sendiri memang menyenangi kehidupan dunia dan cenderung mengabaikan akhirat. Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an : 

كلا بل تحبون العاجلة . وتذرون ا لأ خرة

Artinya : “Sekali-kali janganlah demikian, Sebanarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, dan meninggalkan kehidupan akherat” (QS. Al-Qiyamah : 20 dan 21)

Bahkan manusia, seperti juga difirmankan penciptanya Allah Swt. terpedaya dan menganggap baik atas segala kesenangan mereka sendiri. sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 14 :  

ز ين للناس حب الشهوات من النسآء والبنين والقناطيرالمقنطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة وا لأ نعام والحرث. ذلك متاع الحياة الدنيا . والله عنده حسن المئاب.


Artinya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkannya yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, (mas picis – rojobrono), kuda atau mobil pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik yakni (surga)”.

Semua sifat-sifat manusia ini, ditambah lagi dengan “perangai-perangai dasar” manusia seperti kecenderungan mereka untuk berlebih-lebihan, suka segera enak, egois, pelupa dan lain sebagainya membuat kecenderungan mereka untuk semata-mata menikmati kesenangan hidup di dunia menjadi semakin total, nyata dan mudah menjadi keniscayaan. Dan oleh karenanya, tidaklah heran jika kemudian yang terjadi adalah; budaya-budaya semacam matrealisme, konsumerisme, hedonisme dan lain sebagainya laku keras dan mendapat antusias lebih dikalangan makhluk yang bernama “manusia” ini. 

Faham-faham inilah, yang percaya atau tidak menjadikan manusia yang “Ahsani taqwim” ini menjadi lebih mirip hayawan ternak bahkan lebih rendah daripadanya. Naudzubillahimindzalika.... Sehingga tokoh-tokoh semacam Fir’aun cs, Qorun, Abu Jahal cs dan semisalnya menjadi idola-idola mereka. Fir’aun yang sampai mengaku menjadi Tuhan dan membunuhi rakyatnya, qorun yang juga memproklamirkan diri sebagai Tuhan karena kekayaannya yang dapat menghidupi pengikutnya, Abu Jahal, Abu Lahab dan kaum jahiliyah yang bangga terhadap berhala dan harta benda, kaum ‘Ad, Tsamud kaum Sodom dan sebagainya yang angkuh dan tak tahu malu, mereka semua seenaknya sendiri merampas hak orang lain, tega membunuh saudara sendiri, yang sudah terhormat masih juga nyolong, yang sudah kaya malah semakin serakah, yang dengan bangga membabati dan mengeruk kekayaan negara, suami yang tak risih menjual istrinya, ibu tega menjual diri dan anaknya, mereka yang senang menjilat yang kuat dan menginjak yang lemah dan seterusnya dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah karena akibat dan gara-gara mengikuti faham-faham di atas, dan memburu kesenangan-kesenangan duniawi.

Ketika kehidupan masyarakat kita sudah sedemikian adanya, maka patutlah kiranya kita menyadari bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan belaka dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Dan kitapun tahu bahwa kehidupan dunia ini tidaklah lain hanyalah kesenangan yang menipu, dan diakherat nanti ada adzab yang keras.

HADIRIN SIDANG JUM’AH RAHIMUKUMULLAH. . . .
Bagi umat Rasulillah Saw yang mengimani hari akhir dan memandang dunia ini hanyalah “Mazratul Akhirah” (tempat menanam kebaikan akherat), haruslah menyadari bahwa kecenderungan dari dalam diri dan gebyar iming-iming dari luar yang menunjangnya adalah merupakan adalah fitnah, ujian dan cobaan.

Tinggal kita kuat menghadapi cobaan itu atau tidak, bisa lulus ujian atau tidak, itu semua tentunya sangat tergantung pada sejauhmana kesanggupan dan kemampuan kita untuk mengendalikan faktor-faktor kecenderungan dan kuatnya godaan dari “dalam” atau pengaruh kemilau dari “luar”. Kunci suksesnya adalah terletak pada keberhasilan kita dalam melakukan “olah jiwa” secara terpadu dan kompatibel atau harmonis. Yaach . . .  paling tidak kita dapat mengimbangi berbagai kecenderungan tersebut dengan “Hasanah fil akherat”. 
Sehubungan dengan hal itu, ketika kita mengulang-ulang do’a paten “sapu jagad” kita : 

ربنا اتنافى الدنيا حسنة و فى ا لأ خرة حسنة وقنا عذاب النار


Kitapun sadar, bahwa sesungguhnya kita sedang memohon kesenangan di dunia dan kesenangan diakherat. Tetapi kitapun harus tahu, bahwa sesungguhnya “Hasanah fid dunya” yang sering kita artikan dengan bahagia, sejahtera dan senang sesenang-senangnya di dunia, belum tentu merupakan sarana untuk memperoleh “Hasanah fil akhirah”, sebab, tentunya tidak bisa disebut “Hasanah fid dunya” jika mengakibatkan “Sayyi’ah fil akherat” kesengsaraan dihari kemudian. Jadi do’a ampuh itu, paling tidak menurut saya, justru untuk menangkal kecenderungan “semata-mata” menikmati kesenangan hidup di dunia. Walllahu A’lam bis shawab . .. . .Mudah-udahan kita senantiasa diberi taufiq, dan hidayah oleh Alloh SWT., sehingga kita berkemampuan untuk menangkal segala godaan baik yang muncul dari dalam diri kita sendiri maupun dari luar.  Amin-Amin yaa rabbal ‘Alamin.

والله سبحا نه وتعالى يقول وبقول يهتد المهتدون . واذا قر ئ  القر آن . فاستمــــــعوا له وأنصـــــــتو ا لعلكــــم ترحمــون . أعـوذ بالله من الشّيطان 
الر جيم . بسم الله الرحمن الرحيم من عمل صالحا فلنفسه ومن اسآء فعليها فماربك بضلام للعبيد. بارك الله  لى ولكم فى القرأن العظيم ونفعنى وايكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم. واستغفرواالله  العظيم لى ولكم فيافوز المستغفرين ويانجاة التائبــين. 

Thursday, February 23, 2012

SDIT Al Ma'moer


SEKOLAH APA BELAJAR……???
Apalah arti sebuah nama, jika tidak sesuai dengan isinya……!
SD/MI, SDIT/MIT dan sejenisnya, tetap saja ijazahnya tidak bisa dipakai melamar kerja.
Wahai para orangtua…… apa yang Anda butuhkan untuk anak-anak Anda…??? Sekedar nama??? Ijazah??? Ataukah Ilmu???
Renungkanlah……!!!
Enam (6) tahun bukan waktu yang sedikit untuk pendasaran atau pondasi dalam membangun pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Alangkah luar biasanya anak-anak Anda bila dalam 6 tahun anak-anak Anda diberikan pendidikan yang memadai.
Pendidikan yang memadai adalah pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter anak, pembiasaan hal-hal yang positif, kedisiplinan, kerapihan, dan membentuk anak agar memiliki akhlakul karimah.
Keberhasilan pembentukan anak pada tingkat sekolah menengah (SLTP/MTs.) ditentukan oleh pendidikan pada sekolah dasar. Apakah itu namanya, SD/MI, SDIT/MIT dan sejenisnya.
Jika 6 tahun anak-anak Anda belajar pada lembaga-lembaga yang mengedepankan kedisiplinan, kerapihan, dan akhlakul karimah, maka Anda telah tepat mendidik anak Anda. Anda akan bisa merasakan perbedaan ilmu dan kepribadian anak Anda dengan anak-anak lainnya meskipun dalam jumlah tahun yang sama.
Wahai para orangtua…… anak-anak Anda adalah investasi yang sangat berharga untuk masa depan Anda dan anak Anda. Jika Anda salah melangkah apalagi dengan bahasa :
YANG PENTING SEKOLAH
tanpa Anda memperhatikan dan mencari tahu ke mana anak Anda akan diarahkan, dibentuk, dst. Maka Anda telah dzolim dan menghancurkan modal masa depannya.
Ingat…! 6 tahun bukan waktu yang sedikit, bisa jadi berharga untuk anak-anak Anda ataupun bisa jadi malapetaka untuk anak-anak Anda.
SEMUA TERGANTUNG ANDA SELAKU ORANGTUANYA.
Jangan, jangan salah memilih untuk masa depan mereka! Ibarat sebuah bangunan, kalau pondasinya kuat, bagus, maka bangunan di atasnya akan aman. Jika pendidikan dasar yang 6 tahun ini bagus, maka pada tingkat pendidikan selanjutnya akan bagus dikarenakan pondasi dasarnya bagus.
UNTUK MASA DEPAN ANAK, AYO PERJUANGKAN!

I.     Yayasan Al Ma’muriah
Pada tahun ajaran 2012-2013 ini Yayasan Al Ma’muriah akan menyelenggarakan pendidikan tingkat dasar yang akan menitikberatkan pada pendidikan pembentukan karakter (character building) pembiasaan hal-hal positif, keterampilan dan tentunya juga materi sekolah dasar.
Yayasan Al Ma’muriah dalam visi misinya “Disiplin, Rapih, dan Berakhlakul Karimah” berupaya maksimal membentuk dan mengarahkan anak didiknya agar disiplin dalam belajar, mengatur dan menempatkan kegiatan sesuai waktu-waktunya, rapih dalam menyelesaikan tugas belajar, berpakaian, dll serta sopan dalam berbahasa, bersikap, dll.
Dengan biaya yang sangat terjangkau dan waktu belajar yang lebih banyak maka sangat memungkinkan anak-anak Anda akan memiliki hasil belajar yang jauh berbeda dengan lembaga lainnya.

II.   Kegiatan Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar pada Al Ma’muriah
  • Diawali Sholat Dhuha jam 7.15 dan Diakhiri Sholat Dzuhur.
  • Pendidikan Umum dan Agama
  • BTQ (Baca Tulis Qur’an)
  • Tahfidzul Qur’an (min. Juz 30)
  • Pengenalan Kitab Kuning
  • Bahasa Arab
  • Marawis
  • Drumband
  • Beladiri
  • Ilmu Komputer
  • dan lain-lain.